Kamis, 22 September 2011

Standarisasi sebuah Event Enduro / Adventure

 Sudahkan ada standar untuk event Enduro atau Motoadventure? Jawabnya jelas.... belum. Kalaupun ada logo IMI di dalamnya bukan berarti bahwa regulasi IMI sudah ada untuk event ini, tetap saja belum ada. Regulasi IMI sesuai dengan buku biru masih mengatur tentang "balapan" sepeda motor, khususnya kalau untuk jalur tanah adalah Grasstrack dan Motocross. Bagaimana dengan Adventure (istilah yang banyak digunakan sekarang ini). Jelas, kegiatan Adventure dengan Sepeda Motor tidak identik dengan Grasstrack atau Motocross.
Sebagai sebuah sharing dari pengalaman, baik adalam penyelenggaraan Grasstrack maupun Adventure, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh penyelenggara kegiatan Adventure sepeda motor itu sendiri, diantaranya adalah:

1. LINTASAN
Lintasan seperti apa yang diharapkan ada pada kegiatan Motoadventure. Lintasan yang dimaksud disini bisa menjadi 2 (dua) aspek, yaitu panjang lintasan dan lebar lintasan. Panjang lintasan mungkin bervariasi tergantung dari lama waktu dan perkiraan peserta. One day trip, mungkin dirancang diantara kisaran 30 km, yang dibagi atas 3 bagian lintasan. Bagian pertama adalah lintasan setelah start. Lintasan ini adalah lintasan yang digunakan untuk memecah peserta. Oleh karena itu, lintasan ini bisa berupa lintasan aspal, batu dengan perkiraan panjang maksimal 7 km dengan lebar maksimal 5 m. Lintasan ini diharapkan dapat memecah peserta sehingga peserta tidak akan bertumpuk yang menyebabkan timbulnya kemacetan pada saat peserta memasuki jalur offroad (single line/track). Pemberian handicap atau halangan seperti beberapa batang pohon juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk memecah peserta.
Lintasan kedua adalah lintasan Offroad, yang merupakan gabungan antara single track dan double track. Lintasan ini merupakan jalur offroad yang jelas akan diberikan kepada peserta.
Lintasan ketiga adalah lintasan sebelum finish. Sifatnya hampir sama dengan lintasan setelah start, akan tetapi lintasan sebelum finish adalah lintasan aspal yang merupakan lintasan untuk menurunkan emosi peserta sampai menuju garis finish.
Pembedaan lintasan ini diharapkan akan dapat membuat adanya penyeimbangan untuk menghindari terjadinya kemacetan sebagai akibat banyaknya peserta. Penyeimbangan ini juga dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada peserta selama melakukan kegiatan offroad sepeda motor.


2. KEAMANAN

Masalah keamanan kerap menjadi permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan Adventure sepeda motor. Atas dasar hal tersebut, maka pada setiap event adventure sepeda motor mungkin sebaiknya didampingi oleh 2 (dua) buah mobil ambulans yang dibagi di 2 (dua) area sebagai unit evakuasi. Selain itu, untuk mendukung keamanan maka panitia pelaksana juga sebaiknya memberikan rambu-rambu yang sedikit banyak dapat menunjukkan wilayah-wilayah yang rawan kecelakaan. Sebuah contoh yang dilakukan pada event FIM 6 days enduro, malah mampu menunjukkan adanya pohon-pohon yang berdiri di tepi lintasan dan diperkirakan berbahaya bagi offroader dilapis dengan karung yang berisikan jerami untuk menghindari terjadinya kecelakaan fatal.


3. HANDICAP

Handicap yang seperti apa yang sebaiknya tersedia dalam sebuah kegiatan adventure sepeda motor. Sebagai sebuah upaya untuk tidak merusak hutan, maka handicap dapat berupa turunan tajam, tanjakan tajam maupun sungai atau lumpur. Selain itu jalur yang licin juga merupakan handicap lain yang harus tersedia. Handicap ini juga bisa ditambah dengan adanya batang pohon, akar yang menonjol serta batu yang akan mampu menggali kemampuan peserta dalam melakukan kegiatan adventure dengan sepeda motor.

4. JALUR EVAKUASI

Jalur evakuasi adalah jalur yang dapat dipergunakan baik untuk peserta maupun panitia untuk melakukan pertolongan atau juga pada saat terjadi kemacetan (khususnya pada lintasan single track). Jalur ini merupakan jalur tikus. Panitia pelaksana pada akhirnya juga diharuskan untuk membuka tutup jalur ini untuk menghindari adanya kemacetan yang berpotensi pada keterlambatan peserta memasuki finish.


5. MARSHALL

Marshall selama ini lebih sering dilakukan oleh masyarakat yang dilalui. Terlepas dari sebuah proses yang telah terbentuk dalam waktu yang relatif panjang, pelaksana juga harus menyediakan tenaga pengawas yang tugasnya mengawasi perilaku peserta serta penduduk untuk menjaga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai contoh, kerap penduduk menyiramkan air ke lintasan untuk membuat lintasan menjadi licin dan berbahaya. Untuk menjaga agar tidak kelicinan lintasan tidak sampai pada taraf membahayakan, maka dibutuhkan pengawas yang berfungsi menahan keinginan penduduk tanpa menimbulkan konflik.


6. PELAKSANA LAPANGAN

Pelaksana lapangan harus terdiri dari sekurang-kurangnya LEADER (PIONEER), MEKANIK, SWEEPER. Masing-masing mempunyai tugas tersendiri dan diberi pakaian tersendiri untuk lebih mudah dikenali.


7. HADIAH

Perlukah sebuah hadiah? Pada akhirnya hadiah hanya merupakan sebuah fungsi pemasaran untuk menarik jumlah peserta. Tapi bagi offroader sejati, mungkin bukan hadiah yang dicari, akan tetapi kepuasan pada saat bisa menikmati dan menaklukkan jalur.
Mungkin ini sedikit upaya sharing, agar pelaksanaan Event Adventure Offroad bukan menjadi event yang membosankan yang pada akhirnya kerap macet, bahkan pada beberapa kasus menimbulkan ketidakpuasan bagi para peserta.

( Sumber : Deddy Adisudharma )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar